Uncategorized

Intan Group Tembus Pasar Global: Ekspor Perdana 3.330 Ton Tepung Tapioka Lampung ke Tiongkok

BANDAR LAMPUNG – Intan Group secara resmi memulai ekspansi pasar internasional dengan melakukan pengiriman perdana sebanyak 3.330 ton tepung tapioka ke Fujuan Xiamen, Tiongkok, pada Selasa (5/5/2026). Langkah strategis ini bernilai investasi mencapai Rp26 miliar dan menjadi bukti nyata transformasi industri singkong Lampung menuju pasar dunia.

Pelepasan ekspor ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menegaskan posisi Lampung sebagai “Raja Tapioka Nasional” dengan kontribusi mencapai 70 persen dari total produksi nasional.

CEO Intan Group, Jeremy Gozal, mengungkapkan bahwa meskipun Tiongkok merupakan pasar tapioka terbesar di dunia, persaingan harga di sana sangat kompetitif. Saat ini, harga jual di Tiongkok berada di kisaran 510 dolar AS per metrik ton.

“China adalah pasar terbesar, semua produsen masuk ke sana, sehingga persaingan harga sangat ketat. Namun, ini adalah pintu awal bagi Intan Group untuk menunjukkan kualitas produk kita di mata dunia,” ujar Jeremy Gozal.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi ke depan, Jeremy menambahkan bahwa Intan Group tengah membidik pasar yang lebih menguntungkan dengan segmentasi negara-negara Muslim dan Asia Timur.

  • Bangladesh: Menawarkan potensi harga hingga 710 dolar AS per metrik ton.
  • Korea Selatan: Target terdekat dengan perkiraan harga 560 dolar AS per metrik ton.
  • Pakistan & India: Menjadi target pasar potensial selanjutnya.

Keberhasilan ekspor perdana ini tidak lepas dari arahan dan fasilitasi Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat ekosistem hilirisasi singkong.

“Kita sedang mentransformasi singkong dari komoditas mentah menjadi produk industri yang kompetitif. Industri harus tumbuh agar mampu menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak,” tegas Gubernur Mirza.

Untuk mendukung daya saing terhadap kompetitor global seperti Thailand dan Vietnam, pemerintah juga menginisiasi pembangunan National Cassava Center bekerja sama dengan Universitas Lampung guna mengembangkan bibit unggul berkadar aci tinggi dan efisiensi biaya produksi.

Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, memastikan bahwa produk dari Intan Group telah memenuhi standar teknis internasional yang ketat. Tren ekspor tapioka Lampung sendiri menunjukkan grafik meningkat; hingga April 2026, volume ekspor telah menembus 10.000 ton, hampir mencapai 50% dari total capaian tahun 2025.

Jeremy Gozal menutup dengan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah. “Ekspor perdana ini adalah hasil nyata dari arahan Pak Gubernur. Kami berterima kasih atas dukungan penuh dalam memfasilitasi kebutuhan para pelaku usaha ekspor di Lampung,” pungkasnya.

Dengan pencapaian ini, Intan Group berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan membawa nama Lampung sebagai eksportir neto produk turunan singkong yang diperhitungkan di kancah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *